Mengenal kantong semar yang indah dan keunikannya |
|
Overview
Organisme yang dipakai dalam tradisi Arab atau Tiongkok. Kemungkinan dalam tradisi ini. Penulisan nama menggunakan nama setempat (nama lokal). Keadaan berubah setelah cara. Penamaan yang lebih sistematik diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus dalam kitab yang. Ditulisnya, Systema Naturae ("Sistematika Alamiah") (Anonimus, Wikipedia Indonesia,. Genus Nepenthes (Kantong semar, bahasa Inggris: T ropical pitcher plant), yang termasuk. Dalam familia monotypic, terdiri dari 80-100 spesies, baik yang alami maupun hibrida. Genus. Ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara. Indonesia (55 spesies, 85%), Tiongkok bagian selatan, Malaysia, Filipina, Madagaskar,.
Seychelles, Australia, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka. Habitat dengan spesies. Terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatra (Anonimus, Wikipedia Indonesia, ensiklopedia. Kantong semar atau dalam nama latinnya Nepenthes sp. pertama kali dikenalkan oleh J.P. Breyne pada tahun 1689. Di Indonesia, sebutan untuk tumbuhan ini berbeda antara daerah. Satu dengan yang lain. Masyarakat di Riau mengenal tanaman ini dengan sebutan periuk. Monyet, di Jambi disebut dengan kantong beruk, di Bangka disebut dengan ketakung,. Sedangkan nama sorok raja mantri disematkan oleh masyarakat di Jawa Barat pada tanaman.
Unik ini. Sementara di Kalimantan setiap suku memiliki istilah sendiri untuk menyebut. Nepenthes sp. Suku Dayak Katingan menyebutnya sebagai ketupat napu, suku Dayak. Bakumpai dengan telep ujung, sedangkan suku Dayak Tunjung menyebutnya dengan selo. bengongong yang artinya sarang serangga (Mansur, 2006). Sampai dengan saat ini tercatat. Terdapat 103 jenis kantong semar yang sudah dipublikasikan (Firstantinovi dan Karjono,. Tumbuhan ini diklasifikasikan sebagai tumbuhan karnivora karena memangsa serangga.. Kemampuannya itu disebabkan oleh adanya organ berbentuk kantong yang menjulur dari.
Ujung daunnya. Organ itu disebut pitcher atau kantong. Kemampuannya yang unik dan. Asalnya yang dari negara tropis itu menjadikan kantong semar sebagai tanaman hias pilihan. Yang eksotis di Jepang, Eropa, Amerika dan Australia. Sayangnya, di negaranya sendiri justru. Tak banyak yang mengenal dan memanfaatkannya (Witarto, 2006). Selain kemampuannya. Dalam menjebak serangga, keunikan lain dari tanaman ini adalah bentuk, ukuran, dan corak. Warna kantongnya. Secara keseluruhan, tumbuhan ini memiliki lima bentuk kantong, yaitu. Bentuk tempayan, bulat telur/oval, silinder, corong, dan pinggang (Fatahul Azwar dkk.,.
Di alam, Nepenthes (Kantong Semar) ada yang tumbuh di ketinggian 0 diatas permukaan laut. Dan ada pula spesies yang tumbuh di ketinggian lebih dari 3000 m dpl. Kebanyakan tanaman. Nepenthes hidup terrestrial di tanah pasir, gambut, kapur, bebatuan, ranting dan daun yang. Membusuk, dan tanah/bebatuan vulkanik. Namun ada juga yang tumbuh menempel di pohon. Besar sebagai tanaman epifit, dan lainnya tumbuh terrestrial di tanah gambut, berpasir,. Berkapur, celah bebatuan, serasah daun, ataupun tanah gunung. Kesamaan dari tempat. Tumbuh semua spesies nepenthes adalah mereka sama-sama tumbuh di tempat yang lembab.
Berdasarkan lokasi ketinggian tempat tumbuhnya Nephentes dapat dibedakan atas 3 lokasi,. 1. Nepenthes dataran rendah (0 – 1000 m dpl) : Umumnya hidup pada kisaran suhu 20 – 35. 2. Nepenthes dataran tinggi (> 1000 m dpl) : Suhu 10 – 30 derajat Celcius. Ada beberapa. Jenis nepenthes dataran tinggi yang menghendaki suhu rendah hingga 4 derajat celcius. Untuk dapat tumbuh dengan baik. Bagi mereka yang tinggal di dataran rendah dapat. Menggunakan ruangan berpendingin ataupun lemari es untuk menaruh tanaman jenis. 3. Nepenthes intermediate, yg dapat tumbuh baik di dataran rendah dan tinggi.
Kantong semar hidup di tempat-tempat terbuka atau agak terlindung di habitat yang miskin. Unsur hara dan memiliki kelembaban udara yang cukup tinggi. Tanaman ini dapat hidup di. Hutan hujan tropik dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung. Kapur, maupun padang savana.Karakter dan sifat kantong semar berbeda pada tiap habitat.. Beberapa jenis kantong semar yang hidup di habitat hutan hujan tropik dataran rendah dan. Hutan pegunungan bersifat epifit, yaitu menempel pada batang atau cabang pohon lain.. Pada habitat yang cukup ekstrim seperti di hutan kerangas yang suhunya bisa mencapai 30º C.
Pada siang hari, kantong semar beradaptasi dengan daun yang tebal untuk menekan. Penguapan air dari daun. Sementara kantong semar di daerah savana umumnya hidup. Terestrial, tumbuh tegak dan memiliki panjang batang kurang dari 2 m (Anonimus, 2007)..
Seychelles, Australia, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka. Habitat dengan spesies. Terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatra (Anonimus, Wikipedia Indonesia, ensiklopedia. Kantong semar atau dalam nama latinnya Nepenthes sp. pertama kali dikenalkan oleh J.P. Breyne pada tahun 1689. Di Indonesia, sebutan untuk tumbuhan ini berbeda antara daerah. Satu dengan yang lain. Masyarakat di Riau mengenal tanaman ini dengan sebutan periuk. Monyet, di Jambi disebut dengan kantong beruk, di Bangka disebut dengan ketakung,. Sedangkan nama sorok raja mantri disematkan oleh masyarakat di Jawa Barat pada tanaman.
Unik ini. Sementara di Kalimantan setiap suku memiliki istilah sendiri untuk menyebut. Nepenthes sp. Suku Dayak Katingan menyebutnya sebagai ketupat napu, suku Dayak. Bakumpai dengan telep ujung, sedangkan suku Dayak Tunjung menyebutnya dengan selo. bengongong yang artinya sarang serangga (Mansur, 2006). Sampai dengan saat ini tercatat. Terdapat 103 jenis kantong semar yang sudah dipublikasikan (Firstantinovi dan Karjono,. Tumbuhan ini diklasifikasikan sebagai tumbuhan karnivora karena memangsa serangga.. Kemampuannya itu disebabkan oleh adanya organ berbentuk kantong yang menjulur dari.
Ujung daunnya. Organ itu disebut pitcher atau kantong. Kemampuannya yang unik dan. Asalnya yang dari negara tropis itu menjadikan kantong semar sebagai tanaman hias pilihan. Yang eksotis di Jepang, Eropa, Amerika dan Australia. Sayangnya, di negaranya sendiri justru. Tak banyak yang mengenal dan memanfaatkannya (Witarto, 2006). Selain kemampuannya. Dalam menjebak serangga, keunikan lain dari tanaman ini adalah bentuk, ukuran, dan corak. Warna kantongnya. Secara keseluruhan, tumbuhan ini memiliki lima bentuk kantong, yaitu. Bentuk tempayan, bulat telur/oval, silinder, corong, dan pinggang (Fatahul Azwar dkk.,.
Di alam, Nepenthes (Kantong Semar) ada yang tumbuh di ketinggian 0 diatas permukaan laut. Dan ada pula spesies yang tumbuh di ketinggian lebih dari 3000 m dpl. Kebanyakan tanaman. Nepenthes hidup terrestrial di tanah pasir, gambut, kapur, bebatuan, ranting dan daun yang. Membusuk, dan tanah/bebatuan vulkanik. Namun ada juga yang tumbuh menempel di pohon. Besar sebagai tanaman epifit, dan lainnya tumbuh terrestrial di tanah gambut, berpasir,. Berkapur, celah bebatuan, serasah daun, ataupun tanah gunung. Kesamaan dari tempat. Tumbuh semua spesies nepenthes adalah mereka sama-sama tumbuh di tempat yang lembab.
Berdasarkan lokasi ketinggian tempat tumbuhnya Nephentes dapat dibedakan atas 3 lokasi,. 1. Nepenthes dataran rendah (0 – 1000 m dpl) : Umumnya hidup pada kisaran suhu 20 – 35. 2. Nepenthes dataran tinggi (> 1000 m dpl) : Suhu 10 – 30 derajat Celcius. Ada beberapa. Jenis nepenthes dataran tinggi yang menghendaki suhu rendah hingga 4 derajat celcius. Untuk dapat tumbuh dengan baik. Bagi mereka yang tinggal di dataran rendah dapat. Menggunakan ruangan berpendingin ataupun lemari es untuk menaruh tanaman jenis. 3. Nepenthes intermediate, yg dapat tumbuh baik di dataran rendah dan tinggi.
Kantong semar hidup di tempat-tempat terbuka atau agak terlindung di habitat yang miskin. Unsur hara dan memiliki kelembaban udara yang cukup tinggi. Tanaman ini dapat hidup di. Hutan hujan tropik dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung. Kapur, maupun padang savana.Karakter dan sifat kantong semar berbeda pada tiap habitat.. Beberapa jenis kantong semar yang hidup di habitat hutan hujan tropik dataran rendah dan. Hutan pegunungan bersifat epifit, yaitu menempel pada batang atau cabang pohon lain.. Pada habitat yang cukup ekstrim seperti di hutan kerangas yang suhunya bisa mencapai 30º C.
Pada siang hari, kantong semar beradaptasi dengan daun yang tebal untuk menekan. Penguapan air dari daun. Sementara kantong semar di daerah savana umumnya hidup. Terestrial, tumbuh tegak dan memiliki panjang batang kurang dari 2 m (Anonimus, 2007)..









